Potongan Pajak Penghasilan dikenakan terhadap warga negara dan perusahaan asing yang berada di Indonesia, namun tidak memiliki BUT tetap. Pihak yang paling menjadi sorotan dalam jenis pajak ini adalah perusahaan digital yang beroperasi di Indonesia seperti Facebook dan Google.

Ketentuan Pajak Penghasilan 26

Meski tidak berbentuk BUT serta tidak berkantor di Indonesia, perusahaan  asing tetap dapat meraup untung yang sangat banyak di tanah air sehingga perlu dikenakan pajak. Di sisi lain, perusahaan asing juga tetap harus berkontribusi demi kemajuan Indonesia. Oleh karena itulah, ditetapkan kebijakan pajak penghasilan 26. Untuk lebih memahaminya, ada baiknya simak penjelasan mengenai ketentuan potongan pajak penghasilan berikut ini:

1. Subjek Pajak

Secara garis besar, jenis pajak penghasilan 26 ini mengatur pajak yang melibatkan subjek pajak asing yang memperoleh penghasilan di Indonesia. Karena sifat dari pajak ini tidak mengikat pada BUT tetap saja, maka individu pun bisa dikenakan pajak. Khususnya bagi warga asing yang menetap di tanah air kurang dari 183 hari dalam setahun.

Kemudian, subjek pajak lainnya adalah perusahaan yang secara fisik tidak ditemui di Indonesia, tetapi dapat beroperasi melalui BUT tetap. Bagi perusahaan yang tidak terdaftar BUT tetap, tetapi mendapatkan penghasilan di Indonesia juga tetap diwajibkan membayar jenis pajak ini.

2. Kebijakan Tarif

Ada 3 macam tarif yang dikenakan bagi subjek pajak. Ketiganya ini tergantung pada subjek pajak seperti berikut ini:

  • Pertama, 20% dari total pendapatan bersih subjek pajak.
  • Kedua, 20% dari penghasilan setelah dikurangi pajak BUT.
  • Ketiga, mengikuti perjanjian yang sudah disepakati Indonesia dengan negara lainnya di mana setiap negara bisa saja dikenakan tarif berbeda.

3. Proses Administrasi

Untuk menyelesaikan administrasi pajak penghasilan 26 kini dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan layanan dari Klik Pajak. Meskipun dilakukan secara online, subjek pajak tetap akan mendapatkan bukti pemotongan PPh Pasal 26 sebagai jaminan bahwa pembayaran pajak dilakukan secara legal.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan 26

Tak jarang masih banyak orang yang keliru dalam menghitung pajak penghasilan 26. Padahal, ini adalah hal yang sangat mendasar dan bisa sampai merugikan jika perkiraan pajak yang dihitung ternyata jauh dari total pajak yang sesungguhnya. Maka, simaklah ilustrasi perhitungan berikut ini:

1. Ilustrasi Pertama

PT XYZ adalah sebuah perusahaan asing yang memperoleh penghasilan sebesar Rp10 triliun dalam satu tahun di Indonesia. Maka, perhitungan pajaknya yaitu 20% x Rp10 triliun = Rp2 triliun. Dengan demikian, PT XYZ wajib membayar pajak sebesar Rp2 triliun.

Jika perusahaan ini mengikuti asuransi asal Indonesia dengan membayar Rp500.000.000 setiap tahunnya maka perusahaan hanya mendapat penghasilan bersih Rp500.000.000. Jadi perhitungan pajaknya adalah 20% x Rp500.000.000 = Rp100.000.000. Inilah biaya pajak yang harus dibayarkan PT XYZ.

2. Ilustrasi Kedua

Roni merupakan WNA asal Amerika Serikat yang memiliki saham 25% pada perusahaan asal Indonesia. Tahun ini, Roni menjual sahamnya dengan nilai Rp10 miliar kepada seorang WNA asal Inggris.

Jika tidak ada perjanjian ketentuan pajak antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Inggris maka perhitungan pajak penghasilan 26 yaitu 20% x 25% x Rp10.000.000.000 = Rp500.000.000. Jadi, Roni harus membayar sebesar Rp500.000.000 untuk memenuhi kewajiban pajaknya.

Demikianlah ketentuan mengenai potongan pajak penghasilan 26. Jenis pajak ini memiliki tujuan agar supaya perusahaan dan warga negara asing yang ada di Indonesia tetap dapat berkontribusi bagi negara ini. Jadi tidak hanya mencari keuntungan saja, subjek pajak asing juga harus bisa memberikan kontribusi di tanah air.